Perguruan Islam Darul Falah

“JEJARING… OMBAK BESAR BAGI REMAJA”

Manusia merupakan makhluk social, yang tak mungki terlepas interaksi social, begitu pula remaja, yang merupakan bagian dari manusia maka ia selalu berinteraksi satu dengan yang lain antara teman dengan dengan teman, antara murid dengan guru, antara anak dengan orang tua, dan masih banyak, dalam caranya, interaksi social dibagi menjadi dua, yakni interaksi secara langsung dan tidak langsung. Contoh interaksi secara langsung adalah berjabat tangan, member salam, dan melempar senyum, sedangkan interaksi secara tidak langsung contohnya saling mengiring sms, berbicara, melalui handphone dan tak kalah hebohnya adalah facebook, twiter, dan lain sebagainya. Tentu saja, kata-kata tersebut tidak asing di telinga kita, hampir semua remaja memiliki akun pribadi di jejaring social, begitupula dengan handphone pada zaman sekarang, yang sebagian besar dapat digunakan untuk internetan. Memang benar jejaring sosial tersebut bisa memudahkan kita untuk berkomunikasi jarak jauh tak salah pula kalau kita mengikuti perkembangan zaman itu, tetapi dengan itu, secara tak langsung indahnya pantai waktu untuk berlayar justru terkikis sedikit demi sedikit efek negative yang dihantarkan oleh ombak jejaring sosial tersebut. Akhir-akhir ini, banyak berita yang memuat tentang penculikan, penjualan, dan kasus tentang remaja putri yang pokok permasalahan berawal dari dunia maya. Di sikon inilah peran orang tua sangatlah penting. Orang tuapun dituntut tidak terlalu gaptek agar selalu bisa ikut dalam perkembangan demi perkembangan anaknya, Sobat…!! Di laut kemodernan ini, kita di tuntut untuk membuat sesuatu yang bisa membuat kita terapung tanpa tenggelam kedalamnya, begitu pula dengan kemodernan yang menjajah kita sobat..!! kita di wajibkan untuk berpandai-pandai memilah dan memilih hal untuk mempertahankan diri kita bisa melihat indahnya langit. Sejuknya angin, panorama yang indah dan juga kita bisa memandang alam bawah laut, tapi jika kita tenggelam, kita hanya bisa melihat alam bawah laut saja.Itupun berlaku untuk kita sobat…!! Bila kita bisa mengendalikan diri diserba kecanggihan ini, pasti kita bisa menikmati kemerdekaan tersebut, dengan manfaat dan dengan nyaman, tapibila kita terjerumus efeknya bisa berpengaruh bagi pembentukan karakter dasar masing-masing. Entah sadar atau tidak sobat..!! beban kemajuan dipikul di pundak para remaja ! di pundak kita..!! di pundak para harapan bangsa..!! di pundak siswa-siswi yang berahlak mulia..!! apakah kalian sadar tentang hal itu sobat..?? bila jawabanya “iya” maka mulailah dari detik ini untuk membenahi sisi negative pada diri kalian, tapi bila kalian menjawab “tidak” maka tidaklah akan maju bangsa ini, pada siapa lagi kalu bukan pada kalian semuaberharap sobat..??!! Sebenarnya sangatlah kritis, ironis tragis dan tak memekai logis, inginya selalu praktis. Entah apa yang akan menyadarkan saya, anda, kita, dan mereka..?? nasehat guru tak pernah didengar, perkataan orang tua selalu diabaikan, apa lagi, kritikan dari orang yang hina dan serba kekurangan ini ? walaupun tak pernah kau hiraukan sedikit buah fikirnya ini sobat..!! tapi dari diri ini hanya bisa berpesan. Karya: Eva Lailatur Riska IX A. MTs


Efek Jejaring Sosial bagi Pelajar

Mungkin indra pendengaran kita sudah tak asing lagi mendengar kalimat jejaring sosial. Tetapi apakah pelajar sadar sepenuhnya dampak jejaring sosial? Banyak sekali dampak yang bermunculan, baik itu dampak positif, maupun dampak negatif. Pelajar indonesia adalah generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa ini di masa yang akan datang. Yang diharapkan dapat menunjukkan kualitas yang baik, guna membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak tantangan baru yang muncul salah satunya yang paling berpengaruh adalah jejaring sosial. Dewasa ini, jejaring sosial sangat pesat berkembang di kalangan masyarakat luas terutama pelajar. Dan tidak dapat dipungkiri, bahwa jejaring sosial telah memberikan banyak kesempatan untuk pelajar untuk mengungkapkan kreatifitas dan mengekspresikan diri mereka. Adanya jejaring sosial mendatangkan dampak baru bagi pelajar, antara lain yaitu : Dampak positif Dalam dampak positif ini jejaring sosial dapat di gunakan para pelajar sebagai salah satu media pengembangan keterampilan para pelajar yang di kemas dalam suatu komunitas. Disini seorang pelajar akan mendapatkan teman baru yang sehobi atau kesamaan pikira, dan dapat berbagai kisah atau motifasi agar apa yang mereka lakukan bukan sekedar bermain – main. Ada juga sekarang ini pembelajaran melalui media online yang dapat bermanfaat bagi pelajar. Sudah dipastikan, bahwa segala ciptaan manusia tidak ada yang sempurna, begitu juga dengan jejaring sosial. Dampak negatif Munculnya jejaring sosial sedikit banyak membawa pengaruh bagi pelajar. Tidak sedikit pelajar yang kecanduan menggunakan jejaring sosial sehingga mereka menghabiskan waktu dengan percuma, bahkan tak sedikit yang merelakan waktu belajar mereka hanya demi eksis di dunia maya. Dan bukan hanya itu saja, lewat jejaring sosial pula terjadi banyak penyimpangan – penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir orang tak bertanggung jawab. Contoh kecil adalah prostitusi yang saat ini sedang marak. Hal inilah yang harusnya menjadi cambuk bagi kita, agar kita lebih smart dalam menggunakan jejaring sosial. Dari uraian di atas, maka hendaknya kita sebagai generasi muda harus pandai dalam menyikapi setiap perkembangan yang muncul seiring dengan semakin moderennya zaman ini. Anang khoirun Naim Xa MA


Terimakasih Rabbiy

Rabbiy...tempatkanlah kedua orang tua hamba di tempat yang Engkau ridhoi, karena sesungguhnya mereka orang tua yang sangat baik, mereka mengasuh hamba dan adik hamba dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan, jadi hamba mohon ampunilah mereka berdua. Amin...!”. itulah isi do’a Farid pagi itu ketika dia sedang sholat subuh. Seusai sholat cepat – cepat dia membereskan kamarnya. Dari dalam kamarnya, terdengar suara adik perempuannya memanggil. “ kak Farid...........!!! ada Mas Azam.....!!!” teriak Faila adik Farid, Farid tertegun, ini kan hari jum’at untuk apa Azam datang. Batin Farid “kak Farid......!!!” teriak adiknya lagi “iya sebentar...!!!” farid ikut berteriak dari dalam, lalu dia segera keluar menuju halaman. “ hei Sob, tumben ada apa nih...?” tanya Farid sambil menyalami sahabat karibnya itu. “gue disuruh ibu untuk bantuin loe, ini hari ke seribu meninggalnya orang tua loe kan”. “makasih ya sob” Azam hanya tersenyum, lalu menghampiri Faila yang sedang menyiram bunga. Seribu hari yang lalu, kecelakaan tragis telah menewaskan kedua orang tua Farid. Mulai saat itu, Farid mengurus adiknya yang masih kelas 2 MI itu sendirian. Dia harus bekerja membanting tulang di sebuah toko elektronik sepulang Sekolah, meskipun ada tabungan peninggalan orang tuanya, tapi dia bertekad uang itu hanya untuk biaya pendidikan adiknya. Farid tercatat sebagai siswa kelas XII di salah satu Madrasah Aliyah di kota Semarang, tempat dia berada saat ini. Matahari bersinar dengan indahnya pagi itu, dengan santai Farid merebus mi untuk dia dan adiknya. Sedangkan adiknya sudah selesai menyapu halaman. Farid membawakan sarapan untuk adiknya “dek, sarapan yuk” ucap Farid, Faila hanya tersenyum dan menghampiri kakaknya. Mereka berdua makan bersama dalam satu piring, inilah kebiasaan yang tak pernah di tinggalkan oleh Farid. Setelah bersiap- siap Mereka berdua berangkat ke Sekolah. Hari – hari Farid lalui dengan rutinitas yang hampir selalu sama. Sampai pada suatu hari seorang gadi


Gara-Gara FB

“Salsabila Novitaria....” Terdengar suara pemanggil dari luar kelas. Seperti biasa, setiap hari, Salsa, sebagai pengurus OSIS selalu dipanggil ke kantor OSIS untuk menjalankan berbagai tugas ataupun menghadiri rapat. Selain ia adalah primadona sekolah dan bintang kelas, ia adalah aset penting di kepengurusan OSIS. Semua orang pasti mengenalnya. Pintar, cantik, ramah dan semua sifat positif ada di dia. Lengkap. Ada lumayan banyak laki-laki yang berusaha mendekatinya. Ada kakak kelas, teman sekelas, sama saja. Namun sayangnya, mereka terlalu sungkan untuk menyatakan rasa itu. Dan tetaplah menjadi sebuah rasa yang terpendam. Selain itu, Salsa tidak pernah memberikan salah satu dari mereka perhatian lebih ataupun apa saja yang menunjukkan bahwa ada harapan untuk mereka. Salsa menganggap mereka sama. Hanya teman. “Salsa, sebagai sekertasis OSIS, aku menugaskan kamu untuk mencatat anak-anak berbakat untuk dikirim ke Ibukota minggu depan.” Ketua OSIS berkata. “Oke, secepatnya aku kasih laporan ke kamu, Kak.” Ketua OSIS mengangguk, “Good job.” Dan tidak bisa tidak, ketua OSIS, Alfan, juga mengagumi sosok Salsa. Namun bukan berniat untuk memilikinya. Dia hanya menganggap Salsa adik, yang selalu enak diajak ngobrol tentang apa saja. Mulai gurauan, sampai masalah pribadi. Tempat curhat. Dan Salsa juga menganggapnya biasa saja. Tanpa perhatian lebih ataupun terkesan memberi harapan. Namun bila dibanding dengan laki-laki yang lain, Alfan lebih dekat. Hanya itu. Menghembuskan nafas lega, menjadi kebiasaan Kakak ketua OSIS saat melihat secara langsung Salsa menjalankan tugasnya tanpa pernah menunda-nunda waktu. Itulah salah satu alasan Salsa terpilih sebagai murid teladan tahun kemarin. Tidak pernah menyia-nyiakan waktu sebagaimana para remaja putri lainnya. “Kak, ini laporan yang Kakak minta kemarin siang.” Tanpa menghadap, Alfan menjawab, “Oke, makasih, Sal. Aku bangga sama kamu.” Ia menengadah sebentar, tersenyum tipis, lalu kembali menyibukkan diri dengan ko